Rena suka Jana dari kecil. Rumah mereka sebelahan. Om Surya, papanya Rena teman Pak Rudi, papanya Jana. Bunda mereka pun teman satu arisan. Konon kabar, bunda mereka satu sekolah waktu SMA dulu. Karena orangtua mereka sering pergi bareng, Jana jadi sering ketemu dan main sama Rena. Kalau bukan Rena yang main ke rumah Jana, berarti, Jana yang main ke rumah Rena. Mereka sepeti saudara. Maklumlah, sama-sama anak tunggal.
Rena suka Jana. Suka banget katanya. Jana beda dari cewek lain, kata Rena. Jana emang galak, tapi sama orang yang baru banget dikenal. Kalau udah sejam ngobrol bareng, nanti dia juga bakalan keliatan aslinya, cerita Rena. Apalagi sekarang Jana mulai belajar pakai jilbab, jadi tambah manis. Pokoknya Rena suka banget deh sama Jana.
Rena sudah mempersiapkan semuanya sore ini. Rencananya, dia mau menyatakan semuanya pada Jana. Dia mau ikutan acara reality show segala buat nembak Jana. Rencananya, dia mau nembak Jana di kampusnya. Soalnya sekarang lagi ada pentas seni angkatannya di kampusnya, kebetulan band yang mau tampil adalah band temen Rena, jadi dia bisa request lagu yang pas buat nembak. Jadi Rena akan menyatakan perasaannya pas lagu itu dimainin. Rena sama Jana kan satu kampus, cuma beda jurusan. Jana ambil akuntansi, Rena ambil manajemennya. Sama-sama fakultas ekonomi.
Rena benar-benar sudah siap. Dia yakin banget Jana akan menerima dia. Soalnya Jana kan udah kenal dia dari kecil.Sepuluh menit lagi, band temennya Rena akan naik ke panggung. Rena juga siap-siap.
Rena suka Jana, Rena mau banget jadi pacar Jana, biar bisa jagain Jana, biar Jana gak sendirian lagi. Jana mau gak jadi pacarnya Rena ? Kalau Jana terima Rena, Jana pilih boneka beruang ini, kalau Jana nolak Rena, pilih boneka tikus-tikusan ini, jelas Rena. Sambil diiringi lagu The Way You Look at Me yang dinyanyiin sama Christian Bautista. Romantis.
Sesuai dugaan Rena. Jana memilih boneka beruang yang ada di tangan kanan Rena. Jana menerima Rena sebagai pacarnya. Lebih tepatnya, pacar pertama. Rena senang sekali tentunya. Gak sia-sial usahanya ikutan reality show, sampai beli boneka beruang yang harganya mahal banget itu.
Mereka pun janjian pulang barengan. Sebenernya Jana hampir setiap hari pulang bareng sama Rena, tapi bagi Rena, hari itu serasa baru pertama kalinya Jana nebeng dia. Rena benar-benar merasa bahagia. Rena, Jana boleh jujur gak ? Jana belum mau pacaran, ungkap Jana jujur ketika sudah sampai di depan rumahnya. Heh ? Tadi kan dia nerima Rena, kenapa sekarang bilang belum mau pacaran ? Karena Jana gak mau buat Rena malu di depan temen-temen Rena, apalagi tadi ada acara reality show segala. Jana harap, Rena mau mengerti. Jana sekarang pakai jilbab, jadi harus hati-hati bersikap. Jana gak mau merusak citra jilbab ini. Maafin Jana yah, Ren.
Rena pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk. Dia senang karena Jana jujur sama dia, dan dia gak malu di kampus, tapi dia kecewa karena Jana terima dia, hanya karena gak mau buat dia malu, bukan karena ingin jadi pacarnya. Sekarang Rena gak tahu apakah dia siap bertemu dengan Jana lagi atau tidak. Yang jelas, sekarang dia semakin kagum pada gadis manis itu, karena pendiriannya yang kuat, tidak seperti gadis-gadis lainnya.
Ps. dedicated this story to ma lil sist. Lo cantik kalo pake jilbab. Makasih ya namanya udah gw pake di cerita ini.... And the good news is I GOT GRADUATED !!! finally...fiiuuhh.... dan alhamdulillah, adik saya ini juga lulus.......
Posted at 03:05 pm by anissa